Yusuf Mansyur Dukung Jokowi, Bukti Tak Krimininalisasi Ulama

Ustad Yusuf Mansur saat bersama KH Ma'ruf Amin
0 22
Ustad Yusuf Mansur saat bersama KH Ma’ruf Amin
Jakarta, Memo Jateng – Keberadaan Ustad Yusuf Mansur (UYM) yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) dapat mempengaruhi publik untuk membangun narasi politik calon presiden (capres) nomor urut 01 itu tidak melakukan kriminalisasi atau politisasi ulama.

“Yusuf Mansur itu tipe ulama yang fleksibel, sehingga apapun dakwahnya bisa diterima pihak manapun. Posisi ini penting bagi kubu Jokowi untuk membuktikan pada publik kalau ulama itu dirangkul bukan dikriminalkan,” ujar Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo, Selasa (12/2).

Dia mengatakan, dengan adanya dukungan tersebut, para pengikut UYM pun juga akan ikut memilih Jokowi di pemilihan presiden (pilpres) tanggal 17 April 2019 nanti.

Selain itu, lanjutnya, melalui dakwah UYM yang terkenal secara meluas di daerah perkotaan, mampu mempengaruhi suara kalangan muslim. Terutama pemilih muslim dari kalangan kelas menengah.

“Saya pikir itu sinyalemen bagus untuk meraih lebih banyak suara kalangan kelas menengah muslim. Terutama kalangan massa mengambang,” ujar Wasisto.
Namun, Peneliti LIPI itu mengatakan, terdapat resiko yang akan menimpa UYM jika menyatakan sikap untuk mendukung Capres nomor urut 01. Yakni akan mempertaruhkan reputasi UYM sebagai ustad di hadapan jamaahnya.

“Saya kira risiko ada. Terlebih lagi ketika ulama melakukan endorsement politik itu, jelas pengaruhnya ke reputasi dan legitimasi di depan jamaah bila sampai calonnya kalah,” pungkasnya.

Beberapa hari yang lalu pendiri perusahaan bisnis Paytren Yusuf Mansur secara terang terangan mengarahkan dukungannya ke Capres no urut 1 Jokowi-Maruf. Hal itu teungkap setelah Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi membocorkan pesan WhatsApp (WA) Yusuf Mansur.
Yusuf Mansur bercerita banyak hal, namun satu di antaranya mengenai dukungannya kepada Jokowi.
Ia mengaku mendapat penolakan saat menegaskan dukungannya untuk Jokowi. Dituliskannya, Jokowi mengkhawatirkan nasib bisnis pembayaran Paytren yang merupakan milik Yusuf Mansur.

“Saya sudah lama ingin bicara. Tapi dilarang beliau. Demi Allah. Beliau berulang kali bilang. jangan bela saya. Kasianin Paytren. Nanti ditinggal umat,” tulis Yusuf Mansur.

Selain itu, Yusuf Mansur memberikan kesaksian tentang kebiasaan ibadah Presiden Joko Widodo. “Soal Pak Jokowi dipikir melakukan pencitraan, termasuk ibadah sebagai pamer, enggak banget. Itu mungkin persepsi dari orang lain, bukan dirinya. Dari 2007, beliau sudah puasa sunah, sekeluarga. Rasanya kebiasaan ini, enggak mungkin dipamerkan. 2007 itu, yang saya ketahui,” ucap Yusuf Mansur belum lama ini.

Yusuf Mansur merasa kesaksian-kesaksian ini perlu diketahui masyarakat untuk meluruskan fitnah terhadap Jokowi.
“Dengan hafalan Al-Qur’an saya, saya yang begitu dekat dengan Pak Jokowi jadi saksi apa yang sering dibicarakan tentang keburukan Pak Jokowi hanya fitnah belaka,” terangnya.

Dia juga berharap pendukung Jokowi bicara tentang kebaikan Jokowi, tanpa menjelekkan Prabowo. Tak hanya soal ibadah, soal perilaku juga Jokowi terhindari dari sikap seperti korupsi.

“Enggak ada 1 meter pun yang dikorupsi, enggak dicawe-cawe, enggak dirampok dari seluruh pembangunan jalan, tol, pelabuhan, bandara, dan lain-lain. Ini luar biasa,” tandasnya. (rta/mht)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.