Ansor-Banser Harus Ikut Melawan, Agar Pelaku Teror Pembakaran Takut

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I GP Ansor Kota Semarang di Yayasan Alkautsar, Jalan Brotojoyo III, Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara, Selasa (5/2).
0 54
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I GP Ansor Kota Semarang di Yayasan Alkautsar, Jalan Brotojoyo III, Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara, Selasa (5/2).
Semarang, Memo Jateng – Wali kota Semarang Hendrar Prihadi meminta Gerakan Pemuda (GP) Ansor ikut melakukan penjagaan dan pengamanan di wilayah masing-masing, menyusul adanya aksi teror pembakaran sejumlah kendaraan bermotor (ranmor) di sejumlah tempat.

“GP Ansor saya minta ikut melawan aksi teror pembakaran mobil,” ujarnya saat hadir dalam Rapat Kerja GP Ansor Kota Semarang di Yayasan Al Kautsar Panggung Kidul, Semarang Utara, Selasa (5/2).

Jelang pelaksanaan pemilihan umum, kata Hendi-sapaan akrabnya, seluruh sedulur Semarang harus kompak, termasuk kader muda Nahdlatul Ulama.

“Buktikan bahwa Ansor kompak dan tidak takut walaupun sedang digoyang kondusivitasnya” katanya. Jika potensi Ansor dan Banser dikerahkan, maka yang akan meneror Kota Semarang akan takut,” sebutnya.

Turut hadir, Ketua MUI Jawa Tengah, KH Achmad Darodji, Rais Syuriah NU Kota Semarang, KH Hanif Ismail, Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom, Ketua Ansor Korwil Jateng-DIY, Mujiburrohman, dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Hendi mengaku sudan lama mengenal organisasi GP Ansor. Dan baginya, yang penting dalam berorganisasi adalah dapat memberikan manfaat bagi orang banyak.

“Dalam menghadapi teror di Kota Semarang ini, saya berharap Ansor ikut memberikan kontribusi nyata membantu masyarakat,” terangnya.

Cara mengantisipasi teror lanjutan, kata dia, masyarakat perlu menggiatkan siskampling, membuat portal di gang-gang perumahan dan memasang CCTV.

Menanggapi hal itu, Ketua GP Ansor Kota Semarang Rahul Syaiful Bahri menyatakan kesiapannya untuk menjaga Ibukota Provinsi Jawa Tengah tetap kondusif dan aman hingga pemilihan umum nanti.

“Ansor sudah teruji semangat berbangsa dan bernegara dan tidak akan rela jika ada pihak-pihak yang meneror Semarang. Dan pemilu harus menjadi pesta demokrasi yang bersahabat dan penuh kedamaian,” tegasnya. (lis/mht)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.