Satu Harga Tidak Lagi Timpang

Joko Widodo dan Jusuf Kalla
0 12
Joko Widodo dan Jusuf Kalla
Jakarta, Memo Jateng – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menunjukkan kinerja yang sangat baik di bidang ekonomi, khususnya yang berorientasi pada kesejahteraan sosial, keadilan ekonomi dan stabilitas harga.

Ekonom Arif Budimanta menyebutkan setidaknya ada 18 keberhasilan Pemerintah selama menjabat di sektor ekonomi. “Datanya jelas dan bisa diakses siapa saja, asal jangan dipelintir. Semua itu bisa dibuktikan. Ada banyak keberhasilan yang kami catat,” ujar Arif.

Arif yang juga Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mencontohkan, kenaikan harga yang relatif terjaga. Kemudian, inflasi hanya dikisaran 3%. Ini menunjukkan tidak ada gejolak berarti.
“Bahkan, di era pemerintahan Presiden Jokowi, harga bahan bakar minyak tidak lagi timpang, karena sudah satu harga di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sejak Maret 2018, tingkat kemiskinan tercatat sebagai yang terendah sepanjang masa, yakni 9,82%. Begitu juga dengan pengangguran terbuka yang hanya 5,13%. Kondisi ini menunjukkan bahwa rakyat semakin sejahtera karena semakin banyak yang bekerja.

Kehidupan warga pun kian terjamin karena pemerintah mendorong program jaminan sosial. Lebih dari 92 juta warga menerima kartu Indonesia sehat (KIS) yang dijamin oleh negara. “Layanan kesehatan semakin merata dan mudah dijangkau,” bebernya.

Tak hanya itu, tingkat pendidikan warga semakin baik. Tingkat harapan lama sekolah sudah mencapai 12,85 tahun. Dari sisi pemerataan, total kekayaan nasional yang dikuasai 1 dan 10% warga makin berkurang.

Arif menyatakan, hal ini memperlihatkan seluruh transformasi struktural yang dilakukan pemerintah pada akhirnya mampu menekan konsentrasi penguasaan aset oleh sekelompok orang. Bahkan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak lagi ada disparitas yang tinggi karena implementasi kebijakan BBM Satu Harga.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga membuktikan adanya pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif. Begitu juga dengan pembangunan kawasan perbatasan yang telah berjalan seperti, di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Hal ini sangat bagus untuk jangka panjang, karena ekonomi wilayah akan bergerak positif.
Presiden Jokowi juga merealisasikan kebijakan reforma agraria. Dengan demikian, rakyat memiliki akses terhadap aset, yaitu berupa lahan. Dalam jangka panjang, kebijakan ini akan membantu rakyat semakin berdaya.

“Akses pembiayaan terus didorong. Misalnya, kredit usaha rakyat dengan suku bunga yang rendah, yaitu 7%,” tandasnya. (kar/mht)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.