Pengadilan Tolak Gugatan Terdakwa Penipuan Penggelapan Bisnis Besi

0 25


Semarang, Memo Jateng – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menolak gugatan, Eko Yulianto (42), terdakwa perkara dugaan penipuan penggelapan bisnis jual belu besi, Kamis (6/12). Majelis hakim dipimpin Lasito menyatakan penggugat, warga Jalan Hollywood Raya A1-12 RT 6 RW 4 Sadeng, Gunungpati Semarang itu tak bisa membuktikan seluruh dalil gugatannya.

Gugatan diajukan Eko Yulianto lewat tim kuasa hukumnya dari kantor hukum Theodorus Yosep Parera melawan Jenny Huntoro (46), warga Sultan Agung Semarang yang pernah menjadi rekan bisnisnya. Eko mengaku dirugikan atas kelebihan bayarnya ke Jenny atas bisnis jual beli besi sejak 2011 sampai 2015 sebesar Rp 1.111.348.202.

“Menyatakan menolak seluruh gugatan penggugat seluruhnya. Menghukum penggugat (Eko Yulianto) membayar biaya perkara yang timbul,” kata Lasito didampingi Antonius Widijantono dan Suranto selaku hakim anggota membacakan putusannya pada sidang terbuka umum, Kamis (6/12) sore.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan dalil itu tidak terbukti. Sesuai 7 bukti surat dan saksi penggugat dan 13 bukti surat tergugat, kerjasama keduanya didasarkan kerjasama jual beli besi sesuai akta notaris. Atas kerjasama itu disebut adanya kewajiban pembukuan, tertib laporan keungan penggugat Eko ke tergugat Jenny setiap bulannya.

“Atas kerjasama itu, seharusnya mendasarkan adanya pembukuan tertib dan laporan keungan ke tergugat,” kata hakim.

Sesuai bukti audit khusus atas kerjasama di notaris Andy Mulyono diketahui dalil pembayaran Eko ke suplier tidak didasarkan bukti nota. Namun dalil pembayarannya itu diakui masuk penghitungan sehingga terjadi kelebihan bayar.

Eko, yang kini berstatus terdakwa dan perkaranya diperiksa di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA) itu dinilai hakim membuat hitungan tagihan dengan seolah terjadi kelebihan bayar.
“Tapi dari bukti nota tidak dicantumkan, sehingga sepintas seolah terjadi kelebihan bayar,” kata Lasito membaca pertimbangannya.

Karena seluruh dalil gugatannya tak terbukti, hakim menyatakan seluruh tuntutan tidak dipertimbangkan dan haruslah ditolak. “Ditolak seluruhnya,” kata Lasito.

Atas putusan itu, penggugat Eko melalui kuasa hukumnya masih pikir-pikir untuk banding. Sementara Jenny Huntoro didampingi kuasa hukumnya, Mursito mengaku, mengapresiasi putusan majelis hakim.

“Masih ada keadilan di pengadilan. Kami percaya hakim akan melihat fakta kebenaran, tidak ada kelebihan bayar. Justeru ada kekurangan bayar Eko ke kami, karena pembayaran 33 cek dan giro yang diberikannya kosong tak bisa diuangkan,” kata Jenny.

Penggugat Eko sempat disidang di PN Semarang atas tuduhan penipuan dan penggelapan dengan korban Jenny Huntoro sebesar Rp 910.332.500 pada 2012 – 2015 atas kerjasamanya. atas tuntutan 2 tahun jaksa, majelis hakim menjatuhkan vonis lepas. Atas vonis itu, jaksa menempuh kasasi dan kini masih diperiksa di MA dan belum inkarcht.(edi/sur)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.