Berawal dari Kursi Cadangan

0 14


Perempuan kelahiran Lahore 24 Januari 1972 ini adalah seorang politisi Pakistan yang merupakan Ombudsman Federal saat ini untuk Perlindungan terhadap pelecehan wanita di tempat kerja. Sebelumnya dia telah menjadi anggota Majelis Nasional Pakistan dari 2002 hingga 2013.

Sebelum mengadopsi politik sebagai karier, Kashmala Tariq telah bekerja sebagai pengacara dengan pengacara top di Mahkamah Agung. Sekarang Kashmala memiliki ruang hukum dengan nama ‘Kashmala and Associates’ di mana dia bekerja sebagai pengacara.

Sepanjang karier akademisnya, dia menjadi ‘penerang’ bagi rekan-rekannya. Catatannya membuktikan bahwa nama profil ‘Kashmala’ selalu menandakan keyakinan dan keberanian.

Kashmala Tariq bergabung dengan politik sebagai anggota Majelis Nasional Pakistan melalui kursi cadangan. Dia bergabung dengan Majelis Nasional Pakistan pada 2002 dan bekerja sebagai anggotanya selama 10 tahun. Dia menjadi anggota parlemen selama dua kali.

Sebagai anggota Majelis Nasional, ia telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk hak-hak perempuan di Pakistan. Kashmala Tariq juga merupakan salah satu anggota penting dari partai politik Liga Muslim Pakistan (Quaid-e-Azam) AKA PML-Q untuk beberapa waktu.

Kashmala Tariq membantu Persemakmuran Perempuan Persemakmuran sebagai orang ketua selama tiga tahun. Kashmala adalah satu-satunya politisi perempuan Pakistan yang memenangkan pemilihan CWP di luar Pakistan.

Dia terpilih ke Majelis Nasional Pakistan sebagai calon Liga Muslim Pakistan (Q) (PML-Q) di kursi yang disediakan untuk perempuan dari Punjab dalam pemilihan umum Pakistan, 2002.Selama masa jabatannya sebagai Anggota Majelis Nasional, dia tetap menjadi salah seorang legislator wanita vokal.

Pada 2007, Kashmala terpilih sebagai Ketua Komite Parlemen Perempuan Persemakmuran. Dia terpilih kembali ke Majelis Nasional sebagai kandidat PML-Q di kursi yang disediakan untuk perempuan dari Punjab dalam pemilihan umum Pakistan, 2008.

Pada Februari 2018, Kashmala ditunjuk sebagai Ombudsman Federal untuk Perlindungan terhadap Pelecehan Wanita di Tempat Kerja selama empat tahun.

Pada Maret 2018, stafnya memukuli dan menahan wartawan dari Waqt News, bertentangan dengan keinginan mereka. Kashmala menuduh para wartawan itu merekam percakapan tanpa catatan, setelah itu dia memerintahkan stafnya untuk mengambil peralatan wartawan secara paksa dan menghapus rekaman diskusi.
Jenjang pendidikan perempuan ini, antara lain menyelesaikan Master of Laws dari London School of Economics and Political Science.(itr/mht)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.