Selalu Konsisten Jadi Hal yang Penting

0 1


Perempuan kelahiran 29 April 1986 adalah mantan politisi Partai Kiri di Landtag of Saxony dari 2004 hingga 2014. Dipilih pada usia 18 tahun, dia menjadi anggota termuda dari parlemen di Jerman.

Dia tak cuma tumbuh menjadi perempuan cantik, tapi juga pintar dan berani. Bagaimana tidak, di umur 14 tahun, Julia sudah menjabat sebagai anggota Dewan Siswa Kota Dresden sekaligus wakil juru bicara Dewan Siswa Negara Bagian Saxony, Jerman.

Julia percaya bahwa anak muda seperti dirinya harus mulai tertarik dan terlibat lebih dalam di politik. Itulah yang membuatnya bersemangat terjun langsung untuk mempraktikkan apa yang dia pelajari di bangku sekolah dan kuliah.

Setelah menyelesaikan sekolah dwibahasa—Jerman-Prancis—Abitur, tahun 2004 dia pun mendaftarkan diri sebagai anggota parlemen Negara Bagian Saxony, dan secara mengejutkan terpilih. Tugas Julia, sebagai wakil anak muda, adalah menjadi Wakil Juru Bicara Parlemen Komite Olahraga dan Pendidikan, juga anggota Komite Ilmu Pengetahuan, Universitas, Kebudayaan, dan Media.

Sejak itu, sembari berkarier di bidang politik, Julia melanjutkan pendidikan di Universitas Universitas Teknologi Dresden dan mengambil dua jurusan, politik dan sejarah, untuk memperdalam ilmunya. Selama menjabat sebagai anggota parlemen periode 2004–2009, setidaknya profil perempuan yang dijuluki si Seksi Saxon ini sudah ditulis hampir 90 surat kabar internasional.

Tahun 2009, Julia ditunjuk sebagai anggota Komite Pembentukan Undang-Undang, Konstitusi, dan Eropa. Kemudian, dia pun dipercaya menjadi Federal-Speakers dalam organisasi Solid (The Socialist Youth) bersama sembilan tokoh muda lainnya dan juru bicara The Emancipatory Left yang masih berada di bawah naungan Partai Kiri.

Julia membuktikan konsistensinya di dunia politik. Bukan berarti karier Julia selalu mulus. Apa yang dikerjakannya tak lepas dari kritikan. Beberapa pihak menganggap kepintaran Julia tak ada gunanya selama belum sanggup memberikan perubahan apa pun untuk Jerman. Kritik itulah yang kini terus dijadikan semangat olehnya, selain dukungan dari keluarga.

Sumber kekuatan dan semangat Julia yang utama memang terletak pada keluarga. Julia menggambarkan kedekatan keluarganya dan bagaimana mereka sangat mendukung tiap langkah dan keputusan yang dia ambil.
Berkarier di dunia politik jelas tak mudah.

Dia harus berhati bersih dan lapang. Apa pun persoalan pekerjaan dan tuntutan masyarakat, selama ini dihadapi Julia dengan sabar dan tenang. Dia juga belajar fokus pada perjuangannya menyetarakan pendidikan.

Julia kemudian berpesan agar tiap orang menikmati dan mensyukuri pilihan hidup yang sudah diambil. Dia membuka mata soal betapa pentingnya total dan konsisten menekuni satu hal, atau kita hanya akan terjebak pada rutinitas dan tak menghasilkan apa pun selain kejenuhan. Sementara kesuksesan adalah proses panjang, buah dari ketekunan tersebut. (itr/mht)

Leave A Reply

Your email address will not be published.