Terlibat untuk Urusan Perempuan

Ivanka Trump
0 1
Ivanka Trump
Ivanka Trump saat ini tercatat sebagai salah seorang penasihat senior Gedung Putih. Keberadaan perempuan kelahiran 30 Oktober 1981 ini di Gedung Putih tak lepas dari sosok ayahnya Donald Trump yang menjadi Presiden Amerika Serikat.
 
Jabatan resmi Ivanka adalah asisten presiden. Dalam beberapa bulan sejak ayahnya menjabat sebagai presiden, Ivanka sering hadir di Gedung Putih, tempat dia memiliki kantor. Ivanka mengaku tak digaji dari negara atas posisinya itu.
 
Dia sering menjadi perwakilan Donald Trump saat melakukan pertemuan dengan berbagai kepala negara. Dia pun sering melakukan perjalanan dalam negeri, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa putri pertama Trump ini memiliki ambisi politik tersendiri.
 
Karier politik istri Jared Kushner ini dimulai 2015, saat dia secara terbuka mendukung kampanye kepresidenan ayahnya. Dia terlibat dengan kampanye dengan membuat penampilan publik untuk mendukungnya, dan membelanya.
 
Namun, dia mengakui perasaan campur aduk tentang ambisi kepresidenannya, mengatakan, pada Oktober 2015. “Sebagai warga negara, saya suka apa yang dia lakukan. Sebagai seorang putri, itu jelas lebih rumit,” katanya kala itu.  
 
Pada bulan Agustus 2015, Donald Trump menyatakan bahwa dia adalah penasihat utamanya tentang “wanita kesehatan dan wanita” dan mengatakan itu dia yang mendorongnya untuk menguraikan pandangannya tentang wanita.
 
Setelah menasihati ayahnya dalam kapasitas tidak resmi untuk dua bulan pertama masa pemerintahannya, dia ditunjuk sebagai Penasihat Presiden, seorang pegawai pemerintah, pada 29 Maret 2017. Ivanka  tidak menerima gaji.
 
Juli 2018 lalu, Ivanka menutup lini bisnis fesyen yang diberi nama serupa dengannya. Koleksi busana dengan merek Ivanka Trump itu ditutup setelah ia dihujani protes dan kritik. Dikhawatirkan bisnis ini akan menimbulkan konflik kepentingan dan menimbulkan kelesuan pembelian akibat reaksi politik masyarakat. 

“Setelah 17 bulan di Washington, saya tidak tahu kapan ataukah saya akan kembali pada bisnis tersebut, tapi saat ini saya fokus pada hal yang jelas pada pekerjaan yang saat ini ada di hadapan saya di Washington,” sebutnya.
 
Ivanka meluncurkan merek fesyennya pada 2014 lalu, bersamaan dengan pemilihan ayahnya, Donald Trump sebagai Presiden AS. Saat itu Trump dihadapkan dengan boikot.
 
Ivanka juga dikabarkan frustrasi karena masa sulit atas pemilihan empat tahun tersebut. Sehingga dia memutuskan untuk menghindari konflik kepentingan saat bertugas di Gedung Putih.(itr/mht)
 

Leave A Reply

Your email address will not be published.