Partai Baru Ungguli Partai Lama

Arief Budiman
0 16
Arief Budiman
Jakarta, Memo Jateng – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan jumlah dana kampanye partai politik untuk Pemilu 2019. Laporan itu disampaikan Ketua KPU Arief Budiman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR.

Arief mengungkap beberapa nominal dana kampanye sementara partai politik peserta Pemilu 2019. Dimulai dari PDI Perjuangan, kata dia telah melapokan sebesar Rp101,8 miliar. Disusul Partai Gerindra RP71,8 miliar.

“Kemudian Golkar Rp110 juta, Demokrat Rp299,8 juta, NasDem Rp 505 juta,” ujarnya.

Selanjutnya, Arief menyebutkan PKS melaporkan dana kampanye sebesar Rp12 miliar, PKB Rp1,3 miliar. PPP Rp410 juta, dan PAN Rp50 juta.
“PBB Rp16 miliar, PKPI Rp255 juta, dan PAN Rp50 juta,” sebutnya.

Partai-partai pendatang baru juga turut melaporkan tambahan dana kampanyenya. Mulai dari Perindo hingga PSI. “Perindo Rp510 juta dan PSI Rp185 miliar,” terangnya.

Menangapi tingginya dana milik PSI, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno melihat wajar dana kampanye partainya kalah dibanding partai baru. Menurut dia, PSI partai yang harus bermodal besar untuk bisa eksis di Pemilu 2019.

“Logis. Partai baru butuh biaya awal besar untuk promosi dan positioning diri,” katanya.

Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyatakan, PSI harus membuktikan asal usul dana kampanye yang dilaporkan ke KPU. Sebab, kata dia, dana itu harus jelas dan transparan.

“Yang penting sumbernya jelas. Jadi bukan soal besar-kecilnya dana kampanye yang dilaporkan,” sebutnya.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean merasa curiga dengan jumlah fantastis dana kampanye milik PSI itu. Dia mempertanyakan sumber dana partai baru seperti PSI itu.

“Saya pikir sangat perlu ditelisik dan diperiksa dari mana sumber dana PSI sebanyak itu. Siapa penyumbang dana tersebut perlu publik ketahui terlebih jargon yang selalu diusung PSI ada antikorupsi,” kata Ferdinand.(kar/mht)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.