Mobil Terjebak Banjir, Celana Basah Saat Lomba

Kepala Kankemenag Batang Kudaifah saat memberikan ucapan selamat kepada Ahsin atas prestasi yang diraih dalam MTQ Nasional.
0 4
Kepala Kankemenag Batang Kudaifah saat memberikan ucapan
selamat kepada Ahsin atas prestasi yang diraih dalam MTQ Nasional.
Warga Batang Muhammad Ahsin ini merupakan salah satu warga setempat
yang menjadi anggota kafilah Jawa Tengah yang mengikuti MTQ Nasional.
Keikutsertaannya juga membuahkan prestasi dengan menjadi juara 2 pada
cabang Tafsir Al Quran Bahasa Arab.

Ahsin pun menceritakan kesan dan pesannya selama mengikuti MTQ
nasional di kota Medan beberapa waktu lalu. Diantaranya saat akan
tampil pada babak penyisihan terjadi hujan lebat sehingga banjir
dimana-mana dan terjadi kemacetan luar biasa. “Akses dari hotel menuju
arena terhambat,” ujarnya.

Sehingga ketika dia berangkat satu mobil dalam rombongan, terjebak
macet sehingga sempat khawatir tidak bisa mencapai lokasi. Namun
karena LO yang sigap membantu, akhirnya dijemput dengan sepeda motor.

“Sampai di arena dengan celana basah dan tanpa alas kaki. Akan tetapi
Alhamdulillah itu tidak mengurangi penampilan maksimal saya,” katanya.

Dia juga berujar bahwa satu hal yang membuat dia merasakan suatu hal
yang berbeda, yaitu kekuatan doa dari orang tua dan orang-orang
terdekatnya. Selain belajar, semuanya harus diiringi usaha dan doa.

“Doa dari orang tua maupun orang terdekat ternyata sangat penting
karena dapat memberikan suatu kekuatan tersendiri ketika tampil di
arena pertandingan. Oleh karena itu kami menyarankan bagi semua anak
yang ingin meraih kesuksesan pada MTQ. Mintalah doa restu kepada orang
tua dan orang-orang sholeh di sekitarnya,” tuturnya.

Muhammad Ahsin adalah seorang pengasuh di Ponpes Darussalam Tragung,
Kecamatan Kandeman. Ahsin juga tercatat sebagai penyuluh non PNS dari
KUA kecamatan Wonotunggal.

Prestasi Ahsin juga mendapat apresiasi. Kepala Kantor Kemenag
Kabupaten Batang Kudaifah pun turut memberikan ucapan selamat.
Menurutnya, sosok Ahsin merupakan seorang santri asli Batang yang
dapat menyelesaikan madrasahnya hingga menempuh pendidikan di Afrika.

“Ini adalah seorang santri yang memiliki talenta qurani yang patut
dibanggakan oleh dirinya, keluarganya maupun Kementerian Agama,”
ujarnya.

Dia berharap prestasi yang diperoleh itu dapat menular pada
santri-santri lain di kabupaten Batang, sehingga ke depan akan
melahirkan sang juara baik di kancah provinsi maupun
nasional.(bat/mht)

Leave A Reply

Your email address will not be published.