Lihai di Lapangan, Tak Lupa Kampus

Socrates
0 8


Sejumlah pemain dan pelatih top sepak bola dunia kerap diidentikkan dengan berbagai prestasi bergengsi, biaya transfer yang fantastis. Bahkan ada pula soal hubungan mereka dengan gadis-gadis cantik, hingga gaya hidup yang mewah.
Namun sepertinya kita juga perlu melihat sisi lain dari para pemain sepak bola maupun pelatih yang kerap luput dari perhatian publik, seperti pendidikan. Ternyata, tidak semua pemain sepak bola terkenal menghabiskan waktunya untuk pergi berlibur, atau sekadar memuaskan hasrat untuk memenuhi gaya hidup mewah.
Beberapa pemain sepak bola berikut ini, baik yang masih aktif maupun sudah pensiun, lebih memilih menggunakan waktunya untuk melanjutkan pendidikan hingga memiliki kualifikasi pada bidang yang mereka tekuni.

Juan Mata

Pemain Manchester United ini merupakan jebolan akademi Real Madrid. Mata sukses menggondol sejumlah gelar bersama klub maupuan tim nasional Spanyol. Peraih penghargaan pemain terbaik Chelsea di tahun 2012 ini merupakan seseorang yang peduli akan pendidikan.
Saat pindah ke Chelsea pada tahun 2011, Mata mengungkapkan bahwa saat itu ia tengah melanjutkan studinya di Madrid’s Universidad Camilo Jose Cela, dan mengambil 2 jurusan sekaligus, yakni marketing dan pendidikan olahraga.

Edwin van Der Sar

Memulai karier sebagai atlet sepak bola di Ajax Amsterdam, Fulham, hingga merengkuh karier yang gemilang bersama Manchester United dan tercatat telah membela tim nasional Belanda selama 2 dekade.
Sejak memutuskan pensiun sebagai pemain sepak bola pada tahun 2012, Edwin fokus menyelesaikan studinya masternya pada jurusan manajemen olahraga dan bekerja sebagai direktur pemasaran pada klub Ajax Amsterdam.

Glen Johnson

Pemain asal Inggris yang berposisi sebagai bek kanan ini masih aktif memperkuat klubnya, yakni Stoke City. Jika rekan seprofesinya memanfaatkan waktu luang untuk berlibur, maka berbeda halnya dengan Glen yang memilih untuk berkutat dengan buku-buku pelajaran.
Glen tercatat sebagai seorang mahasiswa pada Universitas Terbuka dan mengambil jurusan matematika.
Dia memilih melanjutkan pendidikan pada universitas terbuka karena memungkinkannya untuk belajar dalam jarak jauh. Sejak masih sekolah, Glen mengaku bahwa ia sangat berbakat dalam matematika, namun ia lebih tertarik pada sepak bola.
Bahkan gurunya sempat berkata pada dirinya bahwa ia tidak akan mampu meraih apapun di masa depan. Keputusan menempuh pendidikan matematika ini merupakan langkahnya untuk membuktikan bahwa ucapan gurunya adalah keliru.

Arsene Wenger

Wenger merupakan mantan pemain sepak bola dari timnas Prancis, yang kemudian melanjutkan kariernya sebagai pelatih sepak bola. Termasuk di klub Arsenal mulai dari tahun 1998–2018.
Selama berkiprah sebagai pelatih, Arsene dikenal sebagai orang yang teliti dan rajin. Ia juga berkontribusi di dalam perubahan sepak bola Inggris dengan melakukan berbagai perubahan di dalam merekrut pemain, latihan, hingga pengaturan diet bagi para pemain.
Di luar dunia sepak bola, ternyata Arsene berhasil merampungkan studi masternya dalam bidang ekonomi dari University of Strasbourg, Prancis. Gak cuma itu, Arsene juga menguasai 7 bahasa. Nah, gak heran kan kenapa dia dijuluki “The Professor”?

Socrates

Socrates
Socrates tercatat telah berlaga sebanyak 60 kali dalam membela timnas Brasil dan menciptakan 22 gol, serta menjadi kapten tim pada perhelatan Piala Dunia 1982. Ia juga pernah membela klub serie A, Fiorentina.
Berposisi sebagai gelandang serang, Socrates dikenal memiliki teknik bermain yang tinggi dengan menghasilkan pas yang akurat serta didukung oleh kemampuan fisik yang kuat. Bahkan mantan pelatih Fiorentina, Giancarlo de Sisti, pernah menyatakan bahwa Socrates merupakan seorang yang jenius.
Pernyataan tersebut bukan sekadar basa-basi belaka. Di luar lapangan, Socrates adalah seorang dokter dan juga seorang kolomnis pada beberapa surat kabar dan majalah di Brasil. Tidak hanya berkutat pada persoalan olahraga, ia juga tertarik pada hal politik dan ekonomi hingga mendapat julukan “Doctor Socrates”. Ia juga menyelesaikan studi doktoralnya pada bidang filsafat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.